Kue Adee Kak Nah,Oleh-Oleh Legendaris Khas Pidie Jaya yang TetapLaris

Kuliner

Foto: Adee  Kak Nah Meureudu

Meureudu- Kue Ade Kak Nah yang berlokasi di Jl. Lintasjalur Banda Aceh–Medan, oleh-oleh kue Adee Kak Nah tentu tak asing lagi. Kue berbahan dasar tepung terigu atau ubi kayu ini telah menjadi ikon oleh-oleh khas Kabupaten Pidie Jaya, khususnya di Kecamatan Meureudu. Oleh-oleh ini juga dikenal luas hingga ke Banda Aceh, Sigli, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, bahkan Medan.

Kue Adee Kak Nah hadir dalam dua varian utama, yaitu Adee  berbahan tepung terigu dan Adee berbahan ubi kayu (singkong). Bahan-bahan yang digunakan antara lain tepung terigu atau ubi kayu, gula pasir, telur, santan kelapa, daun pandan, garam, dan jintan manis. Produk ini juga telah mengantongi sertifikat halal serta izin edar dari instansi kesehatan terkait, sehingga aman dikonsumsi masyarakat luas.

Ciri khasnya yang membedakan dari kue sejenis adalah aroma bawang goreng berpadu dengan wangi daun pandan, menghasilkan cita rasa gurih-manis dengan tekstur lembut dan kenyal.

Sebelum tahun 2005, kue Adee hanya bisa ditemukan pada momen tertentu, seperti bulan Ramadan atau acara pernikahan, dan hanya beredar di wilayah Pidie Jaya. Namun pasca tsunami  Aceh (2004-2006) sejumlah lembaga non-pemerintah turut membantu pengembangan usaha rumahan korban bencana, termasuk industri kue Adee, sehingga produk ini semakin dikenal dan mulai merambah pasar di luar Pidie Jaya.

Salah satu Pelanggan yang sering membeli oleh oleh Ade kak nah jika pulang dari Banda Aceh, Masyitah (23), mengatakan “Setiap pulang dari Banda nih, saya selalu beli kue Ade Kak Nah, dan orang rumah cukup suka dengan kue ini, kadang tetangga pun juga nitip sama saya untuk beli Ade Kak Mah,” ujarnya, Rabu (8/7/26).

Harga Kue Adee Kak Nah bervariasi tergantung ukuran, mulai kisaran Rp 20.000 untuk ukuran kecil hingga Rp50.000 untuk ukuran besar. Cara penyajiannya pun unik kue dipajang lengkap dengan loyangnya di etalase toko, dan baru dikeluarkan serta dikemas dalam kotak ketika ada pembeli. Metode ini dipercaya membuat kue lebih tahan lama sekaligus memudahkan pembeli memilih langsung dari tampilan fisiknya.

Selain Adee Kak Nah, ada pula merek-merek lain seperti Adee Kak Mah dan Adee Kak Aina yang tumbuh berdampingan, menjadikan kawasan Meureudu sebagai sentra oleh-oleh kue Adee di sepanjang jalur lintas Sumatera.

Hingga kini, usaha Kue Adee Kak Nah bahkan disebut telah membuka cabang di beberapa daerah lain, seperti Lambaro, Aceh Besar, memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertahankan posisinya sebagai oleh-oleh favorit khas Aceh. 

Jurnalis : Fitriani 

Editor : Najwa Haura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *