
Source : Sharon Wann (https://pin.it/5YAq0mKLo)
Lhokseumawe, 13 Juli 2026 – Menempuh pendidikan di luar daerah asal menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mahasiswa perantau di Universitas Malikussaleh. Selain harus mengikuti kuliah, mereka juga dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru, membangun relasi, serta menjalani kehidupan secara mandiri.
Menurut Nur Aisyah (21), seorang mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, tahap awal sebagai mahasiswa perantau bukanlah hal yang sederhana. Terpisah dari keluarga memaksanya untuk belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya sambil mengatur berbagai tanggung jawab yang ada saat menjalani perkuliahan.
“Pertamanya aku ngerasa cukup kesulitan karena harus mengurus apapun sendiri karena jauh dari orang tua. Tapi, lama kelamaan aku jadi terbiasa dan merasa lebih nyaman waktu aku punya teman dan juga sudah mengenal lingkungan kampus. Selain itu, dukungan dari keluarga juga jadi motivasi buat aku untuk terus fokus dalam belajar,” ujarnya pada saat diwawancarai, Senin (13/7/26).
Proses beradaptasi menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan mahasiswa perantau. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus, membangun hubungan yang baik dengan teman-teman, dan mengembangkan kemandirian diharapkan dapat membantu mahasiswa menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.
Dengan melakukan proses adaptasi yang baik, mahasiswa perantau diharapkan dapat menjalani kehidupan akademik dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri, serta memaksimalkan potensi yang mereka miliki selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Penulis : Adelia finanda
Editor : Deby Amelia Putri