
Foto: Aktivitas jual beli hasil laut di Pasar Ikan Pusong, Lhokseumawe, menjadi denyut kehidupan masyarakat pesisir setiap pagi
Lhokseumawe, 13 juli 2026 – Saat sebagian warga baru memulai aktivitas, Pasar Ikan Pusong di Kota Lhokseumawe justru telah dipenuhi kesibukan. Deretan ikan segar yang baru diturunkan dari perahu tersusun di atas lapak-lapak sederhana, sementara pedagang dan pembeli saling berinteraksi dalam suasana yang hangat dan akrab.
Pasar yang berada di kawasan pesisir ini bukan sekadar tempat transaksi hasil laut. Bagi sebagian masyarakat, Pasar Ikan Pusong menjadi ruang untuk menikmati denyut kehidupan nelayan yang masih bertahan di tengah perkembangan kota.
Di bawah rindangnya pepohonan, para pedagang tampak sibuk membersihkan ikan, menawarkan hasil tangkapan, hingga melayani pembeli yang datang silih berganti. Aktivitas tersebut menghadirkan pemandangan khas yang jarang ditemukan di pusat perbelanjaan modern.
Selain menjadi tujuan masyarakat untuk mendapatkan ikan segar, pasar ini juga menarik perhatian pengunjung yang ingin merasakan suasana autentik kehidupan pesisir. Momen-momen sederhana seperti proses tawar-menawar, tumpukan hasil tangkapan, hingga aktivitas nelayan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fotografi maupun konten kreator.
“Pasar ini memiliki karakter yang kuat karena menghadirkan kehidupan masyarakat pesisir apa adanya. Pengunjung bisa melihat langsung aktivitas nelayan, pedagang, hingga proses jual beli yang masih berlangsung secara tradisional,” ujar (Cek Sal) penjual ikan.
Menurutnya, Pasar Ikan Pusong memiliki potensi untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kehidupan lokal. Keaslian suasana pasar menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki banyak tempat.
“Banyak orang sekarang mencari pengalaman, bukan hanya tempat yang indah. Di sini mereka bisa merasakan suasana pagi, berbincang dengan pedagang, bahkan belajar mengenal berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan,” katanya.
Tak hanya menawarkan pengalaman visual, pasar ini juga menyimpan cerita tentang kerja keras masyarakat pesisir. Sejak dini hari, para nelayan telah melaut untuk membawa hasil tangkapan yang kemudian dijual langsung kepada masyarakat.
Salah seorang pedagang mengaku aktivitas pasar mulai ramai sejak matahari belum terbit.
“Kalau datang pagi, ikan masih sangat segar karena baru diturunkan dari perahu. Biasanya pembeli ramai sebelum pukul delapan,” kata (Idah) pedagang ikan teri .
Meski fasilitas di kawasan pasar masih sederhana, suasana yang alami justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan aktivitas pasar sebagai dokumentasi maupun konten media sosial.
Keberadaan Pasar Ikan Pusong menunjukkan bahwa destinasi lifestyle tidak selalu identik dengan kafe atau pusat hiburan modern. Aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap hari justru menghadirkan pengalaman yang autentik sekaligus memperkenalkan identitas maritim Kota Lhokseumawe kepada masyarakat luas.
Penulis: Mauliana
Editor : Rika Sri Wahyuni