
Source : https://pin.it/7GycEpczE
Lhokseumawe, 6 Juli 2026 – Tren minuman berbahan dasar matcha semakin berkembang di Kota Lhokseumawe. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai kedai minuman di kota tersebut mengalami peningkatan jumlah pengunjung seiring meningkatnya minat masyarakat, terutama perempuan muda, terhadap minuman berbahan dasar teh hijau asal Jepang itu.
Fenomena ini terlihat dari ramainya pelanggan yang memesan berbagai varian minuman matcha, mulai dari matcha latte, strawberry matcha, matcha brown sugar, hingga berbagai kreasi minuman lain yang dipadukan dengan susu, krim, maupun topping kekinian. Hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari, sejumlah kedai dipadati pengunjung yang datang untuk menikmati minuman sekaligus menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
Popularitas matcha tidak hanya dipengaruhi oleh cita rasanya yang khas, tetapi juga oleh tren yang berkembang di media sosial. Berbagai konten di TikTok, Instagram, dan platform digital lainnya menampilkan ulasan minuman matcha, rekomendasi kedai, hingga video proses pembuatan minuman yang menarik perhatian masyarakat. Hal tersebut membuat banyak orang penasaran untuk mencoba langsung minuman yang sedang viral tersebut.
Berdasarkan pantauan di salah satu kedai minuman di Kota Lhokseumawe, sebagian besar pelanggan yang datang merupakan mahasiswa, pelajar, dan pekerja muda. Mereka mengaku memilih minuman matcha karena memiliki rasa yang berbeda dibandingkan minuman kopi maupun minuman manis lainnya. Selain itu, tampilan minuman yang menarik juga menjadi alasan mengapa matcha semakin digemari.
Salah seorang pelanggan, Nirina, mengatakan dirinya mulai rutin membeli minuman matcha setelah melihat banyak rekomendasi di media sosial. Menurutnya, rasa matcha yang khas menjadi daya tarik utama dibandingkan minuman kekinian lainnya.
“Saya suka rasa matcha yang tidak terlalu manis dan memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan minuman lain. Selain itu, saya juga sering melihat teman-teman merekomendasikannya. Akhirnya saya mencoba, dan sekarang hampir setiap minggu membeli minuman matcha,” ujar Nirina.
Pendapat serupa disampaikan Sarah. Ia menilai media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap meningkatnya popularitas minuman matcha, khususnya di kalangan generasi muda.
“Iya, sangat berpengaruh. Banyak konten di TikTok dan Instagram yang membahas rekomendasi minuman matcha. Setelah melihat ulasan tersebut, saya jadi penasaran dan akhirnya mencoba sendiri. Ternyata rasanya memang enak dan sesuai dengan yang banyak dibahas di media sosial,” kata Sarah.
Selain faktor media sosial, meningkatnya minat masyarakat terhadap matcha juga didukung oleh semakin banyaknya kedai minuman yang menghadirkan inovasi menu. Pelaku usaha terus menciptakan berbagai variasi minuman dengan perpaduan rasa dan tampilan yang menarik agar mampu memenuhi selera konsumen sekaligus mengikuti perkembangan tren pasar.
Tidak hanya menjadi pilihan untuk melepas dahaga, minuman matcha kini juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup anak muda. Banyak pelanggan yang mengabadikan minuman yang mereka beli dalam bentuk foto maupun video sebelum diunggah ke media sosial. Aktivitas tersebut secara tidak langsung turut memperluas penyebaran tren matcha di kalangan masyarakat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat. Informasi yang cepat menyebar melalui berbagai platform digital membuat sebuah produk lebih mudah dikenal dan diminati, termasuk minuman berbahan dasar matcha.
Meningkatnya permintaan terhadap menu matcha juga memberikan peluang bagi pelaku usaha kuliner di Lhokseumawe untuk terus berinovasi. Dengan menghadirkan produk yang berkualitas, cita rasa yang konsisten, serta pelayanan yang baik, para pelaku usaha berharap tren minuman matcha dapat terus bertahan dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan bisnis mereka.
Tren tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana perkembangan gaya hidup, kreativitas pelaku usaha, dan pengaruh media sosial saling berkaitan dalam membentuk kebiasaan konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Kota Lhokseumawe.
Penulis: Alvi Syahrani
Editor: Rahazatul Salsabila