
Foto: Tampak Depan Lapangan Hiraq
Lhokseumawe, 22 Juni 2026 – Di tengah menjamurnya kafe dan coffee shop, banyak mahasiswa kini mulai mencari ruang publik yang lebih santai, terbuka, dan ramah di kantong. Salah satu lokasi yang semakin populer adalah Lapangan Hiraq, ruang terbuka ikonik di jantung Kota Lhokseumawe.
Saat malam, suasana Lapangan Hiraq berubah menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, pelajar, komunitas, hingga keluarga memanfaatkan area terbuka ini untuk bersantai, berdiskusi, atau sekadar menikmati suasana kota.
Bagi mahasiswa, tempat ini menjadi alternatif menarik untuk mengerjakan tugas kelompok, berdiskusi organisasi, hingga melepas penat setelah aktivitas perkuliahan. Lokasinya yang luas membuat pengunjung bebas memilih sudut yang nyaman tanpa merasa terganggu.
Salah seorang mahasiswa di Lhokseumawe, Muhammad Fadhil, mengaku lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya di Lapangan Hiraq dibandingkan di kafe.
“Kalau di sini suasananya lebih santai dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Kami bisa berdiskusi, mengerjakan tugas, atau sekadar duduk bersama menikmati suasana malam,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Siti Aisyah. Menurutnya, Lapangan Hiraq menjadi tempat yang nyaman untuk bertemu teman dari berbagai kampus dan komunitas.
“Selain ramai, tempat ini juga terbuka untuk semua kalangan. Banyak kegiatan komunitas yang sering diadakan di sini sehingga suasananya lebih hidup,” katanya.
Daya tarik lainnya adalah suasana sosial yang lebih terbuka. Berbagai komunitas sering memanfaatkan kawasan ini untuk berkumpul, mulai dari komunitas olahraga, fotografi, hingga diskusi santai antarmahasiswa. Interaksi yang tercipta terasa lebih natural dibandingkan ruang nongkrong tertutup.
Di sekitar lapangan juga tersedia beragam jajanan kaki lima yang dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Kehadiran pedagang kuliner menambah hidup suasana malam tanpa menghilangkan fungsi utama Lapangan Hiraq sebagai ruang publik bagi Masyarakat.
Fenomena meningkatnya minat mahasiswa untuk nongkrong di ruang terbuka menunjukkan bahwa kebutuhan generasi muda tidak selalu harus dipenuhi oleh kafe atau tempat komersial. Terkadang, ruang publik yang nyaman, aman, dan mudah diakses justru mampu menghadirkan pengalaman bersosialisasi yang lebih bermakna.
Dengan suasana malam yang hidup, lokasi strategis, serta biaya yang nyaris nol, Lapangan Hiraq membuktikan bahwa tempat nongkrong favorit mahasiswa tidak selalu harus berada di balik meja kafe.
Penulis:Mauliana
Editor:Raja Ibadias Syakur