
Sumber : Dokumentasi RRI
Lhokseumawe- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda Kota Lhokseumawe selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu kepanikan warga hingga menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga sepanjang dua kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (14/7).
Pantauan di lokasi, salah satu kepadatan terparah terjadi di SPBU Cunda dan SPBU Jalan Merdeka. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak meluber hingga ke badan jalan protokol, memicu kemacetan arus lalu lintas. Beberapa pengendara bahkan mengaku telah mengantre lebih dari dua jam demi mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
“Saya sudah keliling ke tiga SPBU sejak pagi, semuanya kosong. Ini baru dapat antrean di sini, itu pun panjang sekali sampai dekat lampu merah,” ujar Rahmat (34), salah seorang pengendara mobil yang terjebak dalam antrean.
Kondisi ini memaksa sejumlah warga beralih menggunakan Pertamax yang harganya lebih mahal, sementara sebagian lainnya terpaksa membeli Pertalite eceran di kios-kios pinggir jalan dengan harga melambung tinggi, mencapai Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina wilayah setempat mengenai penyebab pasti tersendatnya pasokan Pertalite ke Kota Lhokseumawe. Namun, pihak pengelola SPBU menduga adanya keterlambatan pengiriman dari depot penyuplai serta tingginya konsumsi masyarakat pasca-libur pekan lalu.
Warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk menambah pasokan dan menormalisasi distribusi. Jika dibiarkan berlarut-larut, kelangkaan ini dikhawatirkan akan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi para pelaku transportasi umum dan ojek online yang bergantung penuh pada ketersediaan Pertalite.
Jurnalis : Dani Adithya
Editor : Oca Urlia