
Foto : Peselancar menikmati ombak di pantai Bali pada sore hari
Bali, 14 Juli 2026 – Aktivitas berselancar atau surfing semakin diminati oleh kalangan Generasi Z di Bali. Tidak hanya sebagai olahraga, surfing kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang identik dengan kebebasan, kesehatan, dan kedekatan dengan alam. Pantai Kuta, Canggu, hingga Uluwatu menjadi lokasi favorit anak muda untuk belajar maupun mengasah kemampuan berselancar.
Tren ini juga didorong oleh media sosial yang membuat aktivitas surfing semakin dikenal dan menarik perhatian generasi muda. Setiap akhir pekan, sejumlah sekolah selancar dipadati peserta berusia 18–25 tahun. Selain ingin menikmati ombak, banyak Gen Z mengaku menjadikan surfing sebagai cara melepas penat dari rutinitas kuliah maupun pekerjaan.
Salah seorang peselancar muda, Dimas Pratama (22), mengatakan bahwa surfing telah menjadi bagian dari kesehariannya.
“Awalnya saya hanya ingin mencoba karena sering melihat konten surfing di media sosial. Setelah belajar beberapa kali, saya merasa surfing bukan sekadar olahraga, tetapi juga membuat pikiran lebih tenang dan menambah banyak teman baru,” ujar Dimas di Pantai Canggu, Minggu (12/7).
Sementara itu, instruktur selancar di Bali, Made Arya Wijaya, menilai minat Gen Z terhadap surfing terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Anak-anak muda sekarang lebih tertarik mencoba aktivitas luar ruangan yang menantang. Surfing menjadi pilihan karena selain menyehatkan, mereka juga bisa menikmati keindahan pantai Bali. Banyak peserta yang awalnya datang sekali, akhirnya rutin mengikuti latihan,” kata Made.
Dengan semakin berkembangnya budaya berselancar di Bali, olahraga ini diperkirakan akan terus menjadi salah satu tren gaya hidup yang digemari Gen Z. Selain memberikan manfaat kesehatan, surfing juga memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata olahraga dan gaya hidup kelas dunia.
Penulis : Rahazatul Salsabila
Editor : Alvi Syahrani