
Foto: Penampilan band hardcore local dalam gelaran gigs di Lhokseumawe
LHOKSEUMAWE 26 Juni 2026 — Komunitas musik hardcore di Kota Lhokseumawe terus berupaya menghidupkan kembali skena musik lokal melalui gelaran gigs yang menghadirkan band-band independen. Acara tersebut menjadi ruang bagi musisi muda untuk menampilkan karya sekaligus mempererat solidaritas antarpenikmat musik keras di daerah tersebut.
Gelaran gigs yang berlangsung di salah satu ruang kreatif di Hotel Lido Graha Kota Lhokseumawe, Minggu, 21 Juni 2026 menghadirkan sejumlah penampilan band lokal bergenre hardcore punk dan musik alternatif. Ratusan penonton dari berbagai kalangan turut meramaikan acara yang mengusung semangat kebersamaan dan kemandirian komunitas.
Bagi komunitas hardcore, gigs bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi wadah ekspresi dan tempat membangun hubungan antaranggota skena. Budaya DIY (Do It Yourself) yang melekat dalam komunitas hardcore membuat para pelaku musik secara mandiri mengatur acara, mengelola panggung, hingga mendukung perkembangan band lokal.
Ketua panitia kegiatan, Rizki Maulana (25), mengatakan bahwa penyelenggaraan gigs tersebut bertujuan untuk memberikan ruang bagi musisi lokal agar tetap aktif berkarya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musik hardcore di Lhokseumawe masih memiliki tempat. Gigs ini bukan hanya tentang musik yang keras, tetapi tentang solidaritas, pertemanan, dan bagaimana komunitas bisa berkembang bersama,” ujar Rizki.
Menurutnya, perkembangan skena musik lokal membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dengan memberikan ruang tampil bagi band-band baru yang masih mencari pengalaman.
Salah seorang pemain band hardcore lokal, Nopal (19), menyampaikan bahwa keberadaan gigs sangat penting bagi musisi daerah karena menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada pendengar.
“Bagi kami, panggung seperti ini adalah tempat untuk bertemu dengan musisi lain dan menyampaikan pesan lewat musik. Hardcore bukan hanya soal suara keras, tetapi juga tentang semangat dan keresahan yang ingin disampaikan, “kata Nopal.
Melalui kegiatan tersebut, komunitas hardcore Lhokseumawe berharap skena musik lokal dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas kreatif anak muda di Kota Lhokseumawe. Mereka juga berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan musik independen sebagai ruang berkarya bagi generasi muda.
Penulis : Rahazatul Salsabila
Editor : Alvi Syahrani