Tablet Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Mahasiswa, Tampil Praktis dan Serba Digital

Lifestyle

Sumber: Oakley (Pinterest) https://pin.it/35R4L6Jk1

Lhokseumawe, 16 Juli 2026 – Jika beberapa tahun lalu mahasiswa identik membawa tas penuh buku dan alat tulis, kini pemandangan tersebut mulai berubah. Di berbagai sudut kampus, khususnya di Gedung Kuliah Utama C Universitas Malikussaleh, semakin banyak mahasiswa yang terlihat membawa tablet sebagai barang yang hampir tidak pernah tertinggal. Kehadiran perangkat ini bukan lagi sekadar penunjang aktivitas, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang mengutamakan kepraktisan dan tampilan yang modern.

Tren penggunaan tablet semakin mudah ditemukan di kalangan mahasiswa. Selain memiliki desain yang tipis dan ringan, tablet juga dinilai mampu mendukung gaya hidup yang serba digital. Banyak mahasiswa memilih membawa satu perangkat yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari membaca e-book, menikmati hiburan, membuat konten media sosial, hingga mencatat ide-ide yang muncul di sela aktivitas.

Tak sedikit pula mahasiswa yang menjadikan tablet sebagai bagian dari penampilan mereka. Perangkat tersebut dipadukan dengan casing berwarna pastel, keyboard portabel, hingga stylus yang disesuaikan dengan selera masing-masing. Aksesori tersebut membuat tablet tidak hanya berfungsi sebagai perangkat elektronik, tetapi juga menjadi pelengkap gaya yang mencerminkan karakter penggunanya.

Rika, mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 6 berusia 20 tahun, mengatakan tablet sudah menjadi barang yang selalu ia bawa ke mana pun.

“Kalau keluar rumah rasanya ada yang kurang kalau nggak bawa tablet. Selain bentuknya simpel, aku bisa pakai buat banyak hal. Kadang buat baca, nonton, bikin catatan kecil, atau sekadar scrolling sambil ngopi. Jadi memang sudah masuk ke rutinitas sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kuliah Utama C, Kamis (16/7).

Menurut Rika, penggunaan tablet juga membuat penampilannya terasa lebih sederhana karena tidak perlu membawa banyak barang. Ia menilai perangkat tersebut cocok dengan gaya hidup anak muda yang menginginkan segala sesuatu serba praktis.

Hal serupa diungkapkan Siti, mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 6 berusia 20 tahun. Ia mengaku awalnya tertarik menggunakan tablet karena sering melihat teman-temannya membawanya saat berkumpul di kampus maupun di coffee shop.

“Awalnya karena sering lihat di media sosial sama teman-teman. Lama-lama jadi pengin punya juga. Setelah dipakai ternyata memang nyaman, apalagi ukurannya pas dibawa ke mana-mana. Sekarang tablet sudah jadi barang yang wajib masuk tas sebelum keluar,” katanya.

Menurut Siti, tablet juga mendukung kebiasaan anak muda yang gemar berpindah tempat untuk beraktivitas. Ia mengaku sering membawa perangkat tersebut ketika menghabiskan waktu di coffee shop, ruang terbuka kampus, maupun saat menunggu teman.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah memengaruhi pola hidup generasi muda. Tablet kini tidak lagi dipandang hanya sebagai perangkat elektronik, tetapi juga menjadi bagian dari identitas gaya hidup yang mencerminkan karakter anak muda masa kini praktis, fleksibel, dan dekat dengan dunia digital.

Di tengah tren hidup yang semakin mengutamakan mobilitas, tablet perlahan menjadi salah satu barang esensial yang selalu menemani aktivitas sehari-hari. Bagi banyak mahasiswa, perangkat ini bukan hanya soal fungsi, melainkan juga bagian dari cara mereka mengekspresikan diri dan mengikuti perkembangan gaya hidup digital yang terus berkembang.

Penulis : Alvi Syahrani

Editor  : Rika Sri Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *