
Sourch : Pinterest
Lhokseumawe, 16 Juli 2026 — Perkembangan teknologi digital turut mengubah pola belajar mahasiswa. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan organisasi, banyak mahasiswa kini lebih memilih metode microlearning, yakni pembelajaran yang menyajikan materi dalam bentuk singkat, padat, dan mudah dipahami.
Tren ini muncul seiring meningkatnya konsumsi konten digital di kalangan generasi muda. Materi pembelajaran yang dikemas melalui video pendek, infografis, maupun konten interaktif dinilai lebih menarik dibandingkan modul atau bahan bacaan yang panjang.
Fathan Dirmaga (20), mahasiswa Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh, mengaku metode microlearning membantunya memahami materi perkuliahan yang dianggap sulit.
“Microlearning sangat membantu saya memahami materi yang rumit. Penjelasan dalam bentuk video singkat lebih mudah dipahami dibandingkan hanya membaca buku atau modul yang panjang,” ujarnya.
Menurut Fathan, materi yang disampaikan secara ringkas membuat proses belajar menjadi lebih efektif karena dapat diakses kapan saja melalui ponsel. Selain itu, mahasiswa dapat mengulang materi dengan mudah sebelum mengikuti perkuliahan.
Meski demikian, microlearning tidak sepenuhnya dapat menggantikan proses pembelajaran di kelas. Diskusi langsung dengan dosen dan interaksi antar mahasiswa tetap menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu materi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan karakteristik generasi digital. Pengemasan materi yang lebih kreatif dan interaktif dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital.
Jurnalis: Ade Husnun Ziqra
Editor: Ulfa Ramadhani