Ayam Bakar Kalasan Menjadi Makanan Favorit Banyak Orang, Para Pelanggan Mengapresiasi Rasa Dan Jumlah Porsinya

Kuliner

Foto: Ayam Bakar Kalasan

Lhokseumawe – Kuliner Ayam Bakar Kalasan yang terletak di Jl. Medan – Banda Aceh, Dusun A, Batuphat Timur, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe, kembali menjadi favorit di kalangan mahasiswa dan warga sekitar, karena rasanya yang unik dan porsinya yang cukup membuat kenyang. Menu andalan yang terdiri dari ayam bakar dan nasi goreng ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, baik yang ingin makan di tempat maupun membawa pulang dalam bentuk bungkus.

Warung yang menawarkan menu ini selalu penuh pengunjung setiap hari, terutama pada jam makan siang, saat warga sekitar mencari makanan yang praktis namun tetap memuaskan rasa. Lokasinya yang mudah dicapai serta suasana makan yang nyaman membuat pengunjung senang datang sambil menikmati makanan dan bersantai.

Salah satu pengunjung, Nurul (22), setelah mencoba Ayam Bakar Kalasan, merasa nasi goreng yang disajikan rasanya lezat dan porsinya cukup banyak.Sementara itu, ayam bakarnya memiliki tekstur yang lembut dan juicy, serta bumbu yang meresap dengan sempurna hingga ke bagian dalam daging.

“Nasi gorengnya di sini sangat lezat, terutama porsinya cukup banyak. Ayam bakarnya juga enak, empuk, dan juicy, bumbunya  pas banget di mulut saya.” ujar  Nurul, Rabu (15/7/26).

Proses membuat ayam bakar Kalasan dimulai dengan merebus ayam menggunakan bumbu rempah yang dipilih hingga aroma dan rasa bumbu meresap ke seluruh bagian daging. Setelah itu, ayam dibakar di atas bara api hingga menciptakan aroma khas dan warna kecokelatan di permukaannya, namun tetap menjaga kelembutan dan tingkat kematangan daging di bagian dalamnya.

Perpaduan antara proses merebus dan membakar itulah yang menjadi rahasia utama mengapa hidangan tersebut enak.

Rasa yang selalu sama, porsi yang cukup banyak, dan pelayanan yang baik membuat menu ini tetap disukai oleh orang-orang yang mencari makanan lezat dengan harga murah.

Populeritas ayam bakar Kalasan diduga karena campuran bumbu tradisional dan metode memasak yang tetap menjaga rasa asli hingga sekarang, membuatnya menjadi salah satu makanan favorit bagi mahasiswa dan warga sekitar.

Tempat yang disediakan terasa cukup nyaman, mulai dari ruangan dalam yang ada AC, hingga ruangan luar yang bisa menikmati suasana langsung dari jalan raya.

Penulis: Fitriani

Editor: Najwa Haura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *