
Lhokseumawe, 1 Juli 2026 — Penggunaan tumbler di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) terus meningkat sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kebiasaan tersebut mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari mahasiswa, baik saat mengikuti perkuliahan maupun beraktivitas di lingkungan Kampus Bukit Indah.
Data United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan dunia menghasilkan sekitar 400 juta ton sampah plastik setiap tahun, sementara kurang dari 10 persen di antaranya berhasil didaur ulang.
Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Sapni Anggita, mengatakan dirinya mulai membiasakan membawa tumbler karena dinilai lebih praktis, hemat, dan ramah lingkungan.
“Saya mulai rutin membawa tumbler ke kampus karena lebih praktis dan tidak perlu membeli air minum kemasan setiap hari. Menurut saya, kebiasaan sederhana seperti ini bisa membantu mengurangi sampah plastik jika dilakukan oleh banyak mahasiswa,” ujar Sapni Anggita saat diwawancarai di Kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Rabu (1/7/2026).
Mahasiswa berharap Universitas Malikussaleh terus mendukung gerakan ramah lingkungan dengan menambah fasilitas pengisian ulang air minum dan memperkuat edukasi mengenai pengurangan sampah plastik.
Nama Jurnalis : Deby Amelia Putri
Editor: Adelia Finanda