Bhinneka Run 2026 Resmi Digelar, Menpora Erick Thohir Apresiasi Ruang Inklusif bagi Pelari Disabilitas

Olahraga

Sumber foto: Kemenpora.go.id

Lhokseumawe, 06 Juli – Bhineka Run 2026 resmi digelar di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (4/7), dengan menghadirkan semangat persatuan melalui olahraga. Sebanyak 3.500 peserta ambil bagian dalam ajang lari yang mempertandingkan tiga kategori, yaitu 3K, 5K, dan 10K.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Taufik Hidayat secara langsung melepas ribuan peserta yang memadati area start. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi perayaan keberagaman budaya Indonesia.

Berbeda dari ajang lari pada umumnya, Bhinneka Run 2026 menawarkan pengalaman unik dengan rute yang melintasi berbagai rumah adat dan ikon budaya dari seluruh provinsi di kawasan TMII. Sepanjang lintasan, peserta disuguhkan beragam pertunjukan seni tradisional, seperti tanjidor, angklung, hingga tari Tor-Tor, yang semakin menyemarakkan suasana perlombaan.

Selain mengusung konsep sport tourism dan pelestarian budaya, Bhinneka Run 2026 juga menonjolkan nilai inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai peserta. Kehadiran para pelari disabilitas menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan tahun ini.

Menpora Erick Thohir memberikan apresiasi atas komitmen penyelenggara yang menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa olahraga merupakan hak setiap warga negara tanpa memandang kondisi fisik.

“Senang sekali melihat masyarakat begitu antusias mengikuti Bhinneka Run. Lari membuat tubuh sehat, menjaga kebugaran, dan menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujar Erick Thohir.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan peserta disabilitas merupakan bentuk nyata penyelenggaraan olahraga yang inklusif dan setara.

“Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali,” tuturnya, dikutip dari kemenpora.go.id Senin, (06/7/2026).

Melalui penyelenggaraan Bhinneka Run 2026, pemerintah berharap semakin banyak kegiatan olahraga yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat persatuan, menghargai keberagaman, serta membuka kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi.

Penulis; Ardiansyah Purba

Editor: Alif Aldin Fahri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *