LITERASI DIGITAL MENJADI KETERAMPILAN PENTING BAGI MAHASISWA DI ERA INFORMASI

Pendidikan

Source: Universitas Multimedia Nusantara

Lhokseumawe , 6/7/2026 — Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Mahasiswa kini dapat mengakses berbagai sumber pembelajaran melalui internet, mulai dari jurnal ilmiah, e-book, hingga video edukasi di media sosial. Di balik kemudahan tersebut, kemampuan literasi digital menjadi hal yang penting agar mahasiswa mampu memilih informasi yang akurat, menghindari hoaks, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dalam kegiatan akademik.

Literasi digital tidak hanya diartikan sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan mencari, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara kritis. Kemampuan ini dinilai semakin penting mengingat banyaknya informasi yang beredar di media digital dengan tingkat kredibilitas yang beragam.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh, Maulinda Afriani (21), mengatakan bahwa internet telah menjadi salah satu sumber utama dalam menyelesaikan tugas kuliah. Namun, ia menyadari bahwa tidak semua informasi yang ditemukan dapat dijadikan referensi akademik.

“Waktu ngerjain tugas, aku biasanya cari referensi dari jurnal ilmiah, e-book, atau situs resmi. Kalau dapat informasi dari media sosial, aku akan mencari sumber lain untuk memastikan kebenarannya sebelum digunakan,” ujar Maulinda.

Menurut Nabila, media sosial juga memberikan manfaat apabila dimanfaatkan dengan tepat. Berbagai akun edukasi di platform digital dinilai mampu membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan dengan penyampaian yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Pendapat serupa disampaikan oleh Nazira (21), mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh. Ia menilai literasi digital menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Sekarang informasi bisa tersebar sangat cepat. Kalau kita tidak terbiasa memeriksa sumbernya, kita bisa saja percaya atau bahkan ikut menyebarkan informasi yang tidak benar. Karena itu, mahasiswa harus lebih kritis sebelum menerima atau membagikan sebuah informasi,” ungkap Annisa.

Selain untuk menunjang kegiatan akademik, media digital juga dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai seminar, pelatihan, beasiswa, magang, hingga peluang kerja. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan media digital secara bertanggung jawab dinilai dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan diri mahasiswa.

Meningkatnya penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan menunjukkan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa. Dengan kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana, mahasiswa diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran sekaligus menjadi pengguna media digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

Penulis: Viryal Haura

Editor: Rizka Tri Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *