
Foto : Mahasiswa sedang melakukan bimbingan skripsi
Lhokseumawe, 10 Juli 2026 – Proses penyusunan skripsi masih menjadi tantangan bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir. Selain menyelesaikan penelitian, mahasiswa juga mengaku kesulitan menjalani bimbingan karena dosen pembimbing tidak selalu mudah ditemui. Kondisi ini dinilai dapat memperlambat penyelesaian studi.
Salah seorang mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Malikussaleh, Zikrina (21), mengatakan proses bimbingan menjadi kendala yang paling sering dihadapi saat menyusun skripsi.
“Soalnya stres kali perihal cari dosen agak susah dijumpai, mau nulis judul tapi enggak tahu mau fokusnya ke mana. Belum lagi kepikiran nanti lulus kerja di mana, jadi ngebuat aku stres juga karena merasa stuck,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan akademik yang berjalan dengan baik sangat membantu mahasiswa dalam menentukan arah penelitian dan mempercepat proses penyelesaian skripsi. Sebaliknya, keterbatasan waktu bimbingan membuat pengerjaan tugas akhir sering mengalami hambatan.
Melalui kondisi tersebut, mahasiswa berharap komunikasi antara dosen pembimbing dan mahasiswa dapat berjalan lebih efektif sehingga proses bimbingan menjadi lebih terarah. Pendampingan akademik yang optimal diharapkan mampu membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu tanpa mengurangi kualitas penelitian yang dihasilkan.
Penulis: Ulfa Ramadhani
Editor: Ade Husnun Ziqra