KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING JADI BEKAL PENTING MAHASISWA HADAPI DUNIA AKADEMIK DAN KERJA

Pendidikan

Sourch : telkomuniversity.ac.id

Lhokseumawe, 13 Juli 2026 – Kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting dimiliki mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia akademik maupun dunia kerja. Tidak hanya digunakan saat menyampaikan presentasi di kelas, keterampilan berbicara di depan umum juga berperan dalam kegiatan diskusi, seminar, organisasi kemahasiswaan, hingga proses wawancara kerja setelah lulus.

Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa dituntut mampu menyampaikan gagasan secara jelas, sistematis, dan percaya diri. Kemampuan tersebut membantu proses penyampaian materi, memperkuat kerja sama dalam kelompok, serta meningkatkan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan dosen maupun sesama mahasiswa.

Public speaking tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara di depan banyak orang, tetapi juga mencakup kemampuan mengatur intonasi suara, menjaga kontak mata, menggunakan bahasa tubuh yang tepat, serta menyampaikan pesan secara efektif agar mudah dipahami audiens. Keterampilan ini perlu terus dilatih karena menjadi salah satu kompetensi yang banyak dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.

Pentingnya kemampuan public speaking juga dirasakan oleh Muhammad Ridha (20), mahasiswa Semester 2 Program Studi Akuntansi Universitas Malikussaleh. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum telah menjadi kebutuhan yang harus dimiliki mahasiswa karena hampir seluruh bidang pekerjaan membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik.

“Kalau bagi saya, public speaking sudah menjadi hal yang sangat penting. Sekarang hampir semua pekerjaan membutuhkan kemampuan berbicara yang baik. Walaupun sudah memasuki era digital, kemampuan ini tetap harus dikembangkan. Saya sendiri sering melakukan siaran langsung di TikTok, sehingga harus memiliki bekal speaking yang baik,” ujarnya.

Meski demikian, masih banyak mahasiswa yang merasa gugup dan kurang percaya diri saat berbicara di depan umum. Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh minimnya pengalaman dan kurangnya latihan. Padahal, kemampuan public speaking dapat diasah melalui kebiasaan aktif berdiskusi, mengikuti organisasi kemahasiswaan, berpartisipasi dalam seminar, maupun rutin melakukan presentasi di kelas.

Dengan latihan yang berkelanjutan, mahasiswa tidak hanya mampu mengurangi rasa gugup, tetapi juga dapat menyusun materi secara lebih terstruktur, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, serta membangun kemampuan komunikasi yang efektif.

Oleh karena itu, penguasaan public speaking menjadi investasi penting bagi mahasiswa untuk menunjang keberhasilan selama menempuh pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja.

Jurnalis: Ulfa Ramadhani

Editor: Ade Husnun Ziqra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *