
Source: Kompas.com
Lhokseumawe, 02/07/2026 — Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa. Selain dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan komunikasi, berbagai platform digital juga mulai digunakan untuk mencari referensi pembelajaran. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dinilai dapat memengaruhi konsentrasi hingga prestasi akademik.
Dua mahasiswi semester enam Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh, Rizka Tri Wahyuni dan Irna Sari Aprilia Ritonga, membagikan pengalaman mereka mengenai pengaruh media sosial terhadap aktivitas belajar.
Rizka Tri Wahyuni mengaku media sosial kerap membuat waktu belajarnya berkurang karena tanpa sadar menghabiskan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
“Kadang niat buka TikTok sebentar, eh malah keterusan sampai jam 12 malam. Tugas yang harusnya dikerjain jadi ketunda,” ujarnya.
Menurut Rizka, notifikasi yang terus bermunculan juga menjadi salah satu penyebab konsentrasinya mudah terganggu saat mengerjakan tugas kuliah.
“Kalau lagi ngerjain tugas terus ada notifikasi masuk, pasti langsung tergoda buat ngecek. Akhirnya konsentrasi jadi buyar,” katanya.
Sementara itu, Irna Sari Aprilia Ritonga memiliki pandangan berbeda. Ia menilai media sosial juga dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa apabila dimanfaatkan secara bijak sebagai media pembelajaran.
“Aku justru sering nemuin materi kuliah atau referensi tugas dari media sosial, terutama dari YouTube dan TikTok. Jadi tergantung gimana kita pakainya,” ucap Irna.
Meski demikian, Irna menegaskan bahwa kedisiplinan dalam mengatur waktu tetap menjadi faktor penting agar media sosial tidak mengganggu proses belajar. Ia mengaku membatasi penggunaan media sosial dan mematikan notifikasi ketika memasuki masa ujian agar dapat lebih fokus.
“Kalau sudah mendekati ujian, aku biasanya mematikan notifikasi dan membatasi waktu membuka media sosial supaya lebih fokus belajar,” tuturnya.
Meski memiliki pengalaman berbeda, keduanya sepakat bahwa kemampuan mengatur waktu menjadi kunci agar media sosial dapat dimanfaatkan sebagai penunjang proses belajar, bukan penghambat prestasi akademik.
Penulis: Viryal Haura
Editor: Rizka Tri Wahyuni