Jejak Sang Maestro, L.K. Ara dan Sayed Dahlan Al-Habsyie Berbagi Inspirasi di Unimal

Sosial

Dokumentasi: Gedung program studi ilmu komunikasi

LHOKSEUMAWE – Dua maestro seni Aceh, L.K. Ara dan Sayed Dahlan Al-Habsyie, hadir dalam helatan seni bertajuk “Jejak Sang Maestro” yang diselenggarakan di Gedung Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal), Kampus Bukit Indah, Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perjalanan, karya, dan pemikiran kedua tokoh seni tersebut.

Helatan ini mempertemukan dua tokoh seni Aceh dari disiplin yang berbeda, yakni sastra dan seni rupa, dalam satu panggung akademik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang mengenakan almamater hijau khas Unimal, para dosen, serta komunitas seni dari berbagai daerah.

Penyelenggaraan kegiatan di Gedung Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung perpaduan seni, sastra, dan komunikasi. Kehadiran L.K. Ara dan Sayed Dahlan Al-Habsyie menunjukkan bahwa karya seni dapat menjadi media komunikasi yang mampu menyampaikan gagasan dan nilai kepada masyarakat.

Pertemuan dua maestro tersebut meninggalkan kesan bagi sivitas akademika Unimal. Di akhir acara, keduanya bergantian menyampaikan pesan dan motivasi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.

“Sastra memberi Anda kedalaman rasa, dan seni rupa memberi Anda ketajaman mata. Gabungkan keduanya, maka Anda akan menjadi komunikator yang mampu menggerakkan hati banyak orang,” ungkap Sayed Dahlan Al-Habsyie. L.K. Ara kemudian menambahkan, “Jangan biarkan ruang digital kalian kosong dari nilai-nilai lokal. Isilah dengan warna dan kata yang mencerminkan jati diri bangsa.

Menurut dari salah satu mahasiswa Zulpahmi selaku ketua panitia acara ini mengatakan bahwa “ kehadiran dari dua sang maestro, puisi dan pelukis ini menjadikan momen yang langkah betapa indah nya seni berjalan dari tahun ke tahun tanpa pudar dan hilang dari dunia yang serba elektronik ini sekarang serta tetap mempertahankan keistimewaan nya itu sendiri”.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unimal Amrun Dzauqy Panjaitan menegaskan bahwa kehadiran kedua maestro ini adalah momen langka yang diharapkan dapat merevolusi cara pandang mahasiswa. Seni dan sastra bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen komunikasi publik yang paling jujur dan abadi dalam menjaga peradaban.

Jurnalis : Dani adithya

Editor : Oca Urlia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *