Pergeseran Ruang Belajar: Mahasiswa Mulai Memilih Cafe untuk Diskusi Akademik

Pendidikan

Foto: Mahasiswa Melakukan Diskusi sebuah di Cafe

Lhokseumawe, 24 Juni 2026 – Pola belajar mahasiswa mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya ruang kelas dan perpustakaan menjadi tempat utama untuk berdiskusi, kini sebagian mahasiswa memilih ruang publik seperti cafe sebagai lokasi mengerjakan tugas dan berdiskusi akademik. Pergeseran ini menunjukkan adanya perubahan cara mahasiswa menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan produktif.

Salah satu lokasi yang cukup sering dimanfaatkan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) adalah Mensa Cafe. Letaknya yang dekat dengan lingkungan kampus serta konsep ruang terbuka membuat tempat ini menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk mengadakan diskusi kelompok, menyelesaikan tugas, hingga bertukar ide.

Bella Aldama (20), mahasiswi Unimal semester enam, mengatakan bahwa belajar di ruang terbuka memberikan suasana yang lebih rileks dibandingkan di dalam kelas. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya lebih mudah berkonsentrasi dan mengembangkan ide saat mengerjakan tugas.

“Suasana di Mensa Cafe ini adem sama lumayan nenangin juga. Desainnya yang terbuka jadi gak kerasa pengap, jadinya enak untuk fokus mengerjakan tugas ataupun kerja kelompok,” ujar Bella.

Ia juga mengaku lebih sering memilih mengerjakan tugas di luar ruangan karena merasa proses belajar menjadi lebih santai tanpa mengurangi fokus terhadap pekerjaan akademik.

“Di sini setiap hari makin ramai aja, kayak aku seneng aja ngerjain tugas di sini, lama-lama aku betah ngerjain tugas di sini,” tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang belajar mahasiswa tidak lagi terbatas pada lingkungan kampus. Kehadiran ruang publik yang nyaman kini menjadi bagian dari proses pembelajaran, terutama untuk aktivitas diskusi, kolaborasi, dan penyelesaian tugas kelompok. Meski demikian, tujuan utamanya tetap sama, yaitu menciptakan proses belajar yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.

Penulis: Ulfa Ramadhani

Editor: Ade Husnun Ziqra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *