
Kota Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kota Medan dalam membina generasi Qurani sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Hasil tersebut diumumkan pada acara penutupan MTQ yang berlangsung di Astaka Dispora Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (24/6/2026) malam. Penutupan kegiatan turut dihadiri Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Dalam ajang tersebut, Kota Medan menempati peringkat pertama, disusul Kabupaten Langkat di posisi kedua dan Kabupaten Deli Serdang di peringkat ketiga. Capaian ini mencerminkan keberhasilan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan terhadap para kafilah.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi mengantarkan Kota Medan meraih gelar juara umum. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kota Medan. Ini bukan hanya tentang meraih gelar juara umum, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qurani di Kota Medan terus berjalan dengan baik. Terima kasih kepada seluruh kafilah, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah mengharumkan nama Kota Medan,” ujar Rico Waas.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai, mempelajari, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung pada 15–25 Juni 2026 diikuti oleh 1.109 peserta dari 38 kafilah kabupaten/kota. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Provinsi Sumatera Utara pada MTQ Nasional Tahun 2026 di Semarang. Pada acara penutupan, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan juga wadah untuk memperkuat kecintaan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Fathullah Abid Lubis
Editor: Intan Nuraini