MARAKNYA PENGGUNAAN AI (CHATGPT) DALAM MENGERJAKAN TUGAS KULIAH

Pendidikan

Source: google/Kompas.id

Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya ChatGPT, semakin marak dimanfaatkan oleh mahasiswa  dalam mengerjakan tugas kuliah. Teknologi ini dinilai mampu membantu mahasiswa memperoleh informasi, menyusun ide, hingga mencari referensi secara lebih cepat. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap materi perkuliahan.

Pada Senin, 06 Juli 2026, sejumlah mahasiswa terlihat menggunakan laptop dan telepon genggam untuk mengakses ChatGPT saat mengerjakan tugas di lingkungan kampus. Sebagian besar mengaku memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk memahami materi, menyusun kerangka tulisan, maupun mencari contoh penyelesaian suatu permasalahan.

Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 6, Rahma, mengatakan bahwa ChatGPT sangat membantu ketika mengalami kesulitan memahami materi perkuliahan.

“Saya menggunakan ChatGPT untuk mencari penjelasan materi yang belum saya pahami atau membuat kerangka tugas. Setelah itu, saya tetap membaca jurnal dan buku sebagai referensi utama agar isi tugas lebih akurat,” ujar Rahma.

Pendapat serupa disampaikan oleh Fadli, mahasiswa Ilmu Komunikasi, yang menganggap AI dapat meningkatkan efisiensi dalam mengerjakan tugas apabila digunakan secara bijak.

“ChatGPT membantu saya menghemat waktu ketika mencari referensi awal atau menyusun ide. Namun, saya tidak langsung menyalin hasilnya karena dosen tetap menilai kemampuan berpikir dan analisis mahasiswa,” pungkas Fadli.

Menurut beberapa mahasiswa, kehadiran AI memberikan kemudahan dalam proses belajar, terutama saat mencari penjelasan mengenai konsep-konsep yang sulit dipahami. Namun, mereka juga menyadari bahwa penggunaan AI secara berlebihan tanpa melakukan pengecekan ulang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan berpotensi menghasilkan informasi yang kurang tepat.

Maraknya penggunaan AI di kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan ChatGPT diharapkan tidak menggantikan proses belajar, melainkan menjadi pendukung bagi mahasiswa dalam memahami materi, mengembangkan ide, dan meningkatkan kualitas tugas akademik secara bertanggung jawab.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan AI membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kehadirannya mampu meningkatkan efisiensi proses belajar, tetapi juga menuntut mahasiswa untuk tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan etika akademik agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.

Penulis : Intan Nuraini

Editor : Fathullah Abid Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *